Sebab, dewan menilai banyak aset milik Kota Bengkulu yang masih dapat dioptimalkan guna meningkatkan PAD. Wakil Ketua 2 DPRD Kota Bengkulu, Alamsyah, yang ditemui pada Jumat siang (01/11/19) menuturkan, peluang untuk meningkatkan PAD masih sangat besar. Seperti misalnya dari aspek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih bisa dioptimalkan lagi. “Kita sekarang pada tahap pembahasan retribusi pendapatan. Targetnya bagaimana PAD bisa meningkat.
Dari tahun sekarang target PAD Rp 170 miliar, harapan kita 2020 bisa lebih. Karena peluangnya masih sangat besar. Misalnya dari pasar, contoh dari pasar Panorama, nah harapannya dari Disperindag bisa meningkatkan PAD minimal RP 2 miliar, itu dari aspek pasar saja. Dari aspek lain misal PBB, masih banyak perumnas yang belum punya PBB. Dan masih banyak lagi aspek lainnya,” ujar Alamsyah.
Selain itu, dikatakan politisi PKS itu, peningkatan PAD ini juga sangat penting untuk membayar hutang Pemkot ke Bank Jabar Banten (BJB) jika nanti pinjaman Pemkot Bengkulu yang direncanakan bernilai ratusan miliar itu sudah diterima. Agar kedepannya nanti tidak terjadi defisit yang bisa menyebabkan program kerja lainnya terganggu. “Dan kalau nanti pinjaman BJB sudah masuk ke Pemda, artinya kita sudah harus membayar modal dan bunga. Jangan sampai pembayaran itu nanti menyebabkan defisit atau program lain tidak bisa dikerjakan dengan maksimal.
Karena itu kita sudah komitmen dengan Pemda kota, kita berharap PAD bisa ditingkatkan. Intinya kami fokus kepada pendapatan. Kalau belanja gampang, tapi pemasukannya ini yang harus kita pikir. Mudah-mudahan dengan peningkatan PAD lebih mudah lagi kita untuk membangun Bengkulu ini,” tandasnya.(ibe)
Sumber : https://bengkuluekspress.com
Jelang tahun anggaran
2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu meminta di
tahun anggaran yang baru Pemerintah Kota Bengkulu menggenjot Pendapatan
Asli Daerah (PAD). Sebab, dewan menilai banyak aset milik Kota Bengkulu
yang masih dapat dioptimalkan guna meningkatkan PAD.
Wakil Ketua 2 DPRD Kota Bengkulu, Alamsyah, yang ditemui pada Jumat
siang (01/11/19) menuturkan, peluang untuk meningkatkan PAD masih sangat
besar. Seperti misalnya dari aspek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang
masih bisa dioptimalkan lagi.
“Kita sekarang pada tahap pembahasan retribusi pendapatan. Targetnya
bagaimana PAD bisa meningkat. Dari tahun sekarang target PAD Rp 170
miliar, harapan kita 2020 bisa lebih. Karena peluangnya masih sangat
besar. Misalnya dari pasar, contoh dari pasar Panorama, nah harapannya
dari Disperindag bisa meningkatkan PAD minimal RP 2 miliar, itu dari
aspek pasar saja. Dari aspek lain misal PBB, masih banyak perumnas yang
belum punya PBB. Dan masih banyak lagi aspek lainnya,” ujar Alamsyah.
Selain itu, dikatakan politisi PKS itu, peningkatan PAD ini juga sangat
penting untuk membayar hutang Pemkot ke Bank Jabar Banten (BJB) jika
nanti pinjaman Pemkot Bengkulu yang direncanakan bernilai ratusan miliar
itu sudah diterima. Agar kedepannya nanti tidak terjadi defisit yang
bisa menyebabkan program kerja lainnya terganggu.
“Dan kalau nanti pinjaman BJB sudah masuk ke Pemda, artinya kita sudah
harus membayar modal dan bunga. Jangan sampai pembayaran itu nanti
menyebabkan defisit atau program lain tidak bisa dikerjakan dengan
maksimal. Karena itu kita sudah komitmen dengan Pemda kota, kita
berharap PAD bisa ditingkatkan. Intinya kami fokus kepada pendapatan.
Kalau belanja gampang, tapi pemasukannya ini yang harus kita pikir.
Mudah-mudahan dengan peningkatan PAD lebih mudah lagi kita untuk
membangun Bengkulu ini,” tandasnya.(ibe)
Read More at: Dewan Minta Pemkot Bengkulu Genjot PAD di 2020 | Terkini! DPRD Kota Bengkulu https://bengkuluekspress.com/dewan-minta-pemkot-bengkulu-genjot-pad-di-2020/
Read More at: Dewan Minta Pemkot Bengkulu Genjot PAD di 2020 | Terkini! DPRD Kota Bengkulu https://bengkuluekspress.com/dewan-minta-pemkot-bengkulu-genjot-pad-di-2020/
Jelang tahun anggaran
2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu meminta di
tahun anggaran yang baru Pemerintah Kota Bengkulu menggenjot Pendapatan
Asli Daerah (PAD). Sebab, dewan menilai banyak aset milik Kota Bengkulu
yang masih dapat dioptimalkan guna meningkatkan PAD.
Wakil Ketua 2 DPRD Kota Bengkulu, Alamsyah, yang ditemui pada Jumat
siang (01/11/19) menuturkan, peluang untuk meningkatkan PAD masih sangat
besar. Seperti misalnya dari aspek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang
masih bisa dioptimalkan lagi.
“Kita sekarang pada tahap pembahasan retribusi pendapatan. Targetnya
bagaimana PAD bisa meningkat. Dari tahun sekarang target PAD Rp 170
miliar, harapan kita 2020 bisa lebih. Karena peluangnya masih sangat
besar. Misalnya dari pasar, contoh dari pasar Panorama, nah harapannya
dari Disperindag bisa meningkatkan PAD minimal RP 2 miliar, itu dari
aspek pasar saja. Dari aspek lain misal PBB, masih banyak perumnas yang
belum punya PBB. Dan masih banyak lagi aspek lainnya,” ujar Alamsyah.
Selain itu, dikatakan politisi PKS itu, peningkatan PAD ini juga sangat
penting untuk membayar hutang Pemkot ke Bank Jabar Banten (BJB) jika
nanti pinjaman Pemkot Bengkulu yang direncanakan bernilai ratusan miliar
itu sudah diterima. Agar kedepannya nanti tidak terjadi defisit yang
bisa menyebabkan program kerja lainnya terganggu.
“Dan kalau nanti pinjaman BJB sudah masuk ke Pemda, artinya kita sudah
harus membayar modal dan bunga. Jangan sampai pembayaran itu nanti
menyebabkan defisit atau program lain tidak bisa dikerjakan dengan
maksimal. Karena itu kita sudah komitmen dengan Pemda kota, kita
berharap PAD bisa ditingkatkan. Intinya kami fokus kepada pendapatan.
Kalau belanja gampang, tapi pemasukannya ini yang harus kita pikir.
Mudah-mudahan dengan peningkatan PAD lebih mudah lagi kita untuk
membangun Bengkulu ini,” tandasnya.(ibe)
Read More at: Dewan Minta Pemkot Bengkulu Genjot PAD di 2020 | Terkini! DPRD Kota Bengkulu https://bengkuluekspress.com/dewan-minta-pemkot-bengkulu-genjot-pad-di-2020/
Read More at: Dewan Minta Pemkot Bengkulu Genjot PAD di 2020 | Terkini! DPRD Kota Bengkulu https://bengkuluekspress.com/dewan-minta-pemkot-bengkulu-genjot-pad-di-2020/

Posting Komentar